Kamis, 23 Mei 2013

Cara mendapatkan gcash gratis!!!!

Buat agan-agan yang cari gcash gratis tanpa chaet,Cukup ikut Ipanel dan dapetin point yang siap ditukar dan dikirim ke rekening paypal agan-agan sekalian.Kalau yang ini hukumnya wajib. Namanya juga Paid to Survey, ya ngga afdol kalau engga ikutan survey. Tapi sebagai gambaran survey yang diberikan mudah dan engga ribet, semua yang kita pilih dari surey-survey tersebut sah, jadi tidak ada istilah benar atau salah. Rata – rata survey menggunakan Bahasa Indonesia, namun ada juga beberapa menggunakan Bahasa Inggris yang saya rasa masih bisa dipahami. Ambilah semua poin yang tersedia entah itu yang ber poin 2, 4, 5, 10, 40, 50 dan sebagainya kecuali yang bernilai 0. Jangan sekali-kali remehkan poin – poin yang bernilai kecil (poin 2). Kita pasti berpikiran “ah, ngapain ikutan yang survey berpoin 2 hanya buang-buang waktu saja”. Ingat jumlah survey keselurahan ada puluhan bahkan ratusan jumlahnya. Lakukanlah pelan – pelan dan bisa dicicil. Dengan begitu tak terasa poin kita sudah bertambah melesat jauh. Jika  kita sudah mengikuti semua survey yang disediakan, jangan takut kehabisan karena dari pihak iPanelOnline Indonesia pasti menambahkan update survey – survey baru kepada para membernya.
Cek Inbox Email yang kita daftarkan di iPanelOnline Indonesia. Tak perlu dilakukan secara berkala, cukup 1 atau 2 kali sehari. Karena dari pihak iPanelOnline Indonesia pasti akan mengirimkan survey khusus ke alamat email kita. Poin yang bisa kita peroleh rata – rata sebesar 40 – 50 poin. Sebagai contoh, silahkan lihat screenshot di bawah ini.
Masuk ke Menu Back Matter. Caranya klik Menu Profil Saya, pilih Back Matter. Klik tulisan link di dalam kotak yang berwarna orange bertuliskan “Informasi tambahan diubah satu kali sebulan, hanya satu kali sebulan bonus poin untuk memperbarui informasi)(100),Untuk memastikan kami dapat mengirim survei bisnis kepada anda, silahkan klik pada kepemilikan dari jawaban kuisioner”. Ikuti petunjuk dan pertanyaan survey di dalamnya. Totalnya sekitar 30 – 50 pertanyaan kuesioner. Dan kita cukup dengan meng klak klik pilihan yang diberikan. Jika sudah selesai maka sobat akan mendapatkan bonus sebesar 100 poin. Sebagai catatan pengisian Back Matter hanya dilakukan sebulan sekali.
Masuk Ke Menu Topik Hari Ini. Caranya klik Menu Topik Hari ini, pilih Topik Dipublikasikan. Isilah Jenis Topik, Judul Topik, Detail Topik, Kode Verifikasi dan Klik Submit. Jika sudah selesai maka sobat akan mendapatkan bonus sebesar 5 Poin. Total Topik yang disediakan berjumlah 5 Topik setiap harinya sehingga kita bisa memperoleh 25 Poin dari Menu ini setiap harinya.
Masuk Ke Menu Suara Anggota. Caranya Klik Menu Suara Anggota, pilih Pendapat Yang. Di dalam Kotak Suara Anda isi kode verifikasi dan terakhir klik submit. Jika sudah selesai maka sobat akan mendapatkan bonus sebesar 5 Poin. Menurut pengalaman saya pribadi, kita bisa posting sebanyak 10 kali per hari, jadi dari Menu ini kita bisa memperoleh 50 poin per hari. Sebagai catatan pengisian di Menu Suara Anggota bisa kita lakukan jika kita sudah mengupload foto profil kita di iPanelOnline Indonesia.

 
Masuk Ke Menu Rekomendasikan Teman. Caranya klik Menu Rekomendasi Anggota, pilih Rekomendasi Teman. Promosikan link referral kita, ajaklah orang lain untuk bergabung. Setiap orang yang bergabung melalui link referral kita, maka kita akan mendapatkan 10 - 100 poin. Orang yang mendaftar melalui link referral kitapun juga mendapatkan 10 poin. Jadi disini terdapat hubungan timbal balik antar sesama anggota alias tidak ada yang dirugikan. Promosikan melalui Jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, bisa juga melalui Blog, iklan baris gratis, forum – forum dan sebagainya.
Semoga Posting ini dapat berguna bagi kalian semua. Bila cara - cara diatas dilakukan, penukaran poin dengan Dollar USD yang mempunyai ketentuan seperti gambar dibawah ini :


Bukan tak mungkin, Insya Allah kita bisa lakukan Payout paling tidak 1 atau 2 minggu sekali. Tak lupa bila kalian ingin bertanya, sharing atau bahkan ingin menambahkan tips atau trik bermain di iPanelOnline Indonesia yang lainnya juga dengan senang hati saya persilahkan. Sekedar tambahan, untuk pembayaran ke rekening Paypal kita bisasanya dilakukan pada setiap Akhir Minggu.Jika agan-agan sekalian sudah tidak sabar silahkan daftar di sini: Click Here

Minggu, 20 Januari 2013

Belajar Report Text


Report Text - Penjelasan & Contoh


.
Secara umum, report text adalah salah satu jenis teks yang masuk kategori  "factual texts." Teks jenis ini sering dikatakan sebagai "saudara kembar" descriptive text sehingga wajar banyak siswa "bingung" cara membedakan kedua teks tersebut.

Sebelumnya, secara singkat dan sederhana, sudah memberikan penjelasan aneh mengenai perbedaan keduanya [baca: bingung report text atau descriptive text]; lagi-lagi itu cuma perbedaan kecil dan hampir semua siswa bisa mencerna. Oleh karena itu, untuk mendalami apa itu report text, yuk kita simak bersama-sama keterangan di bawah ini:


Pengertian Report Text


Istilah report text sering juga dikenal dengan sebutan informational report. Report, dalam Concise Oxford Dictionary Edisi 10, diartikan sebagai 1) an account given of a matter after investigation or consideration. 2) a piece of information about an event or situation. Jika disimpulkan, secara bahasa report text adalah teks yang berfungsi untuk memberikan informasi tentang suatu peristiwa atau situasi, setelah diadakannya investigasi dan melalui berbagai pertimbangan.

Definisi report text ini juga hampir mirip dengan apa yang sering disebutkan dalam berbagai buku bahasa Inggris di tingkat menengah, "Report is a text which present information about something, as it is. It is as a result of systematic observation and analyses." [Report adalah sebuah teks yang menghadirkan informasi tentang suatu hal secara apa adanya. Teks ini adalah sebagai hasil dari observasi dan analisa secara sistematis.]

Dengan demikian, sebenarnya teks report dan descriptive mempunyai perbedaan yang cukup jelas, meski nampak keduanya dikatakan sebagai "saudara kembar" sekalipun.
Intinya, dalam report text itu biasanya berisi dengan fakta-fakta yang bisa dibuktikan secara ilmiah, Oke..

Generic Structure Report Text.


Seperti halnya dengan descriptive text, Report text juga hanya memiliki dua struktur umum [generic structure] yaitu :

  1. General Clasification; Pernyataan umum yang menerangkan subjek laporan, keterangan, dan klasifikasinya. 
  2. Description: tells what the phenomenon under discussion ; in terms of parts, qualities, habits or behaviors; Pada bagian ini biasanya memberikan gambaran fenomena-fenomena yang terjadi; baik bagian-bagiannya, sifat-sifatnya, kebiasaannya, ataupun tingkah lakunya. Intinya adalah penjabaran dari klasifikasi yang disajikan dengan ilmiah.
Ada juga beberapa keterangan mengenai generic structure report text, yang meliputi :
  1. General information
  2. Bundles of Specific Information
General information adalah bagian yang menyebutkan informasi umum dari tema tulisan yang. Sedangkan Bundles of specific information, adalah penjabaran dari informasi umum tersebut.
Saya sendiri lebih cenderung setuju dengan generic structure kedua; karena hal ini bisa membuat siswa lebih paham akan cara menulis report text.

Tujuan Report Text

Setiap tulisan pasti memiliki tujuan mengapa tulisan itu ditulis. Begitu juga dengan report text. Beberapa pakar menyebutkan bahwa tujuan teks report adalah :
Its social purpose is presenting information about something. They generally describe an entire class of things, whether natural or made: mammals, the planets, rocks, plants, countries of region, culture, transportation, and so on. 
Jika disimpulkan, tujuan report text adalah untuk menyampaikan informasi hasil pengamatan dan analisa yang sistematis. Informasi yang dijelaskan dalam report text biasanya bersifat umum, baik itu alamiah ataupun buata seperti binatang mamalia, planet, bebatuan, tumbuh-tumbuhan, negara bagian, budaya, transportasi, dan lain sebagainya.

Pola Tata Bahasa dalam Report Text

Setiap tulisan pasti memiliki ciri bahasa tersendiri; jika recount text dan narrative text cenderung memiliki ciri menggunakan simple past, lalu bagaimana dengan report text? Oke berikut adalah pola grammar yang umum digunakan dalam teks report, yang meliputi :
  • Use of general nouns, eg hunting dogs, rather than particular nouns, eg our dog;
  • Use of relating verbs to describe features, eg Molecules are tiny particles;
  • Some use of action verbs when describing behaviour, eg Emus cannot fly;
  • Use of timeless present tense to indicate usualness, eg Tropical cyclones always begin over the sea;
  • Use of technical terms, eg Isobars are lines drawn on a weather map;
  • Use of paragraphs with topic sentences to organise bundles of information; repeated naming of the topic as the beginning focus of the clause.
Keterangan :
  • General nouns, maksudnya adalah, suatu benda (baik itu hidup atau mati) yang bersifat umum. Coba bandingkan : Hunting dogs >< My dog. Hunting dogs bersifat umum; sedangkan my dog bersifat khusus. 
  • Relating verbs, dalam grammar disebut juga dengan linking verbs. Seperti to be [is, am, are: present], seem, look, taste dan lain sebagainya. 
  • Timeless present tense adalah salah satu penanda waktu dalam simple present seperti "often, usually, always" dan lain-lain. 
  • Technical terms, maksudnya adalah istilah-istilah yang meliputi teks report tersebut. Misalnya tentang "music" maka, istilah-istilah musik harus ada.
Contoh Report Text - Untuk melengkapi artikel ini agar labih sempurna dari sebelumnya, dan juga ada sebuah permintaan khusus dari pembaca, maka pada kesempatan kali ini, penulis melengkapi artikel ini dengan disertai terjemahannya agar pembaca dapat lebih memahami apa itu Report Text.

Seperti yang telah dijelaskan pada artikel sebelumnya tentang Report Text, Report Text adalah salah satu dari ke-13 jenis teks bahasa Inggris (genre) yang menghadirkan informasi tentang sesuatu seperti alam, hewan, tumbuhan, hasil karya manusia, dan fenomena sosial dengan apa adanya. Informasi yang dihadirkan dalam Report Text adalah hasil dari observasi dan analisis secara sistematis.

Di bawah ini penulis sertakan beberapa Contoh Report Text yang tentunya berbeda sekali dengan jenis Contoh Descriptive Text yang mendeskripisikan sesuatu dengan begitu jelas. Semoga bermanfaat.

1. Kangaroo

A kangaroo is an animal found only in Australia, although it has a smaller relative, called a wallaby, which lives on the Australian island of Tasmania and also in New Guinea.


Kangaroos eat grass and plants. They have short front legs, but very long, and very strong back legs and a tail. These are used for sitting up and for jumping. Kangaroos have been known to make forward jumps of over eight metres, and leap across fences more than three metres high. They can also run at speeds of over 45 kilometres per hour.

The largest kangaroos are the Great Grey Kangaroo and the Red Kangaroo. Adult grow to a length of 1.60 metres and weigh over 90 kilos.

Kangaroos are marsupials. This means that the female kangaroo has an external pouch on the front of her body. A baby kangaroo is very tiny when it is born, and it crawls at once into this pouch where it spends its first five months of life

Terjemah


Kanguru adalah binatang yang hanya ditemukan di Australia, Meskipun dia memiliki kareabat yang lebih keil yang disebut Wallaby, yang hidup di pulau Tasmania Australia dan juga di New Gunea.

Kanguru makan rumput dan tanaman. Mereka memiliki dua kaki depan yang pendek, tetapi memiliki kaki belakang yang sangat panjak dan kuat dan juga memiliki ekor. Semua itu digunakan untuk duduk dan untuk melompat. Kanguru telah dikenal suka membuat lompatan ke depan lebih dari delapan meter, dan melompati pagar lebih dari tiga meter. Mereka juga bisa berlari pada kecepatan lebih dari 45 kilometer per jam.

Jenis kanguru terbesar adalah Great Grey Kanguru (Kanguru Abu-abu Besar) dan Red Kangaroo (kanguru Merah). Kanguru dewsa tumbuh dengan panjan 1,60 meter dan berat lebih dari 90 kilogram.

Kanguru adalah jenis hewan Marsupial. Yang berarti bahwa kanguru betina memiliki kantong luar di bagian depan tubuhnya. Seekor bayi kanguru ukurannya sangat kecil ketika lahir, dan merangkak sekaligus ke dalam kantong tersebut di mana anak kanguru menghabiskan lima bulan pertama kehidupannya.
 
2. What Is Thunder and Lightning?


Lightning is a sudden, violent flash of electricity between a cloud and the ground, or from cloud to cloud. A lightning fl ash, or bolt, can be several miles long. It is so hot, with an average temperature of 34,000° Centigrade, that the air around it suddenly expands with a loud blast. This is the thunder we hear.

Lightning occurs in hot, wet storms. Moist air is driven up to a great height. It forms a type of cloud called cumulonimbus. When the cloud rises high enough, the moisture freezes and ice crystals and snowfl akes are formed. These begin to fall, turning to rain on the way down. This rain meets more moist air rising, and it is the friction between them which produces static electricity. When a cloud is fully charged with this electricity, it discharges it as a lightning flash.



Terjemah

Petir adalah listrik sambaran kilat yang besar yang datang secara tiba-tiba antara awan dan tanah, atau dari awan ke awan. Sebuah kilatan atau petir bisa memiliki panjang beberpa kilometer. Petir sangat panas, dengan suhu rata-rata 34.000° Celcius, dengan udara di sekitranya tiba-tiba mengembang dengan ledakan keras. Hal ini merupakan Guntur yang kita dengar.

Petir terjadi di tempat yang panas, badai basah. Udara yang lembab yang di angkat ke ketinggian yang tinggi. Hal itu akan membentuk sebuah jenis awan yang disebut Cumulonimbus. Ketika awan naik cukup tinggi, kelembaban membeku dan kristal es dan kepingan salju terbentuk. Saljupun mulai jatuh, beralih menjadi hujan dalam perjalanan ke bawah. Hujan ini bertemu dengan udara lembab yan naik, dan saat itu terciptalah gesekan antara keduannya yang menhasilkan listrik statis. Ketika awan terisi penuh dengan listrik ini, maka akan timbulah petir.
 
3. Platypus; a report text


Many people call platypus duckbill because this animal has a bill like duckbill. Platypus is a native Tasmania and southern and eastern Australia.

Platypus has a flat tail and webbed feet. Its body length is 30 to 45cm and covered with a thick, and woolly layer of fur. Its bill is detecting prey and stirring up mud. Platypus' eyes and head are small. It has no ears but has ability to sense sound and light.

Platypus lives in streams, rivers, and lakes. Female platypus usually dig burrows in the streams or river banks. The burrows are blocked with soil to protect it from intruders and flooding. In the other hand, male platypus does not need any burrow to stay.

Terjemah

Banyak orang menyebut platypus, duckbill karena binatang ini memiliki paruh seperti duckbill. Platypus adalah hewan asli Tasmania dan Australia Selatan serta Australia Timur.

Platypus memiliki ekor datar dan kaki berselaput. Panjang tubuhnya adalah 30 sampai 45 cm dan ditutupi oleh bulu lapisan wol yang tebal. Paruhnya berguna untuk mendeteksi mangsa dan mengaduk lumpur. Mata dan kepala Platypus kecil. Ia tidak memiliki telinga, tetapi memiliki kemampuan untuk merasakan suara dan cahaya.

Platypus hidup di aliran sungai, sungai, dan danau. Platypus betina biasanya menggali liang di sungai atau tepi sungai. Liang tersebut diblokir dengan tanah untuk melindunginya dari penyusup dan banjir. Di sisi lain, Platypus jantan tidak membutuhkan liang untuk hidup.

4. The Camel


The camel is a large, strong desert animal. Camels can travel great distances across hot, dry deserts with little food or water. They walk easily on soft sand and carry people and heavy hump. The hump is a large lump of fat providing energy if food is hard to find.
There are two chief kinds of camels: (1) the Arabian camel also loads to places that have no roads. Camels also serve the people of the desert in many other ways. The camel carries its own built-in food supply on its back in the form of a called dromedary, which has one hump, and (2) Bactrian camel, which has two humps.


Terjemah
Unta adalah hewan gurun yang besar dan kuat. Unta dapat melakukan perjalanan jarak jauh yang di gurun yang panas dan kering dengan sedikit makanan dan air. Mereka berjalan denga mudah pada pasir yang halus dan dapat membawa orang dan punuk yang besar. Punuk tersebut adalah benjolan lemak yang besar yang menyediakan energi jika makanan sulit untuk ditemukan.

Terdapat dua jenis utama dari Unta: (1) Unta Arab yang juga bisa memuat ke tempat-tempat yang tidak memiliki jalan. Unta jenis ini juga dapat melayani orang-orang gurun dalam banyak jalan. Unta tersebut membawa pasokan makanannya pada punggungnya yang disebut Dromedray, yang hanya memilki satu punuk, dan (2) Unta Bactrian yang memiliki dua punuk.

5. The Red Bird Of Paradise


An Indonesian endemic, the Red Bird of Paradise is distributed to lowland rainforests of Waigeo and Batanta islands of West Papua. This species shares its home with another bird of paradise, the Wilson's Bird of Paradise. Hybridisation between these two species are expected but not recorded yet.

The Red Bird of Paradise, Paradisaea rubra is a large, up to 33cm long, brown and yellow bird of paradise with a dark brown iris, grey legs and yellow bill. The male has an emerald green face, a pair of elongated black corkscrew-shaped tail wires, dark green feather pompoms above each eye and a train of glossy crimson red plumes with whitish tips at either side of the breast.

The male measures up to 72 cm long, including the ornamental red plumes that require at least six years to fully attain. The female resembles the male but is smaller in size, with a dark brown face and has no ornamental red plumes. The diet consists mainly of fruits, berries and arthropods.

Terjemah

Seekor hwan endemik Indonesia, Burung Cendrawasih Merah (Burung Surga Merah) yang tersebar di datarana rendah hutan hujan Waigeo dan pulau Batanta Papua Barat. Spesies ini berbagi dengan burung surga yang lain, Burung Wilson. Hibridisasi antara kedua spesies ini sudah diduga tetapi belum ada catatannya.

Burung Cendrawasih Merah (Burung Surga Merah), jenis Cendrawasih Rubra adalah yang besar,panjangnya 33cm, berwarna coklat dan kuning dengan iris mata berwarna coklat gelap, kaki abu-abu dan paruh berwarna kuning. Burung jantan memiliki wajar berwarna hijau zamrud, sepasang ekor seperti kawat hitam memanjang, bulu seperti kepompong hijau gelap di atas mata dan rentetan bulu merah dengan warna putih tipis yang mengkilat di kedua sisi dadanya.

Burung jantan panajangnya 72cm, termasuk bulu merah hias yang membutuhkan setidaknya enam tahun untuk bisa sepenuhnya terbentuk. Burung betina bentuknya menyerupai burung jantan tetapi dalam ukuran yang lebih kecil, dengan wajah berwarna coklat gelap dan tiak memiliki bulu merah hias. Makanannya utamanya terdiri dari buah-buahan, berry dan hewan anthropoda. 


6. Tigers

Every body know tigers especially in thier wildness of hunting instincts and skill for survival and their extinction. The habitats of tigers are in  Asia, Siberia and India. And the habitats of the tigers in each place is decrease every year, like we found in India where there are less than 3500 tigers in wild around of which 1411 are in India with its habitat falling by over 50% in last 30 years. Globally tigers occupy less than 7% of their historical geographical landscape.

Tigers are one of the biggest among the 37 species of cats in the world today. Tigers have very sharp teeth and very powerful claws to catch thier food such as deers, zebras, even buffaloes and other animals to be able to survie. Althoug tigers placed in the highest rank of predators but they also has a predator except a human. The predator of the tigers is a lion. Lions do not eat the tigers but just kill them to erase rivaly in catching their target. Tigers have big mouths and also have big gums. Tigers have piericing yellow eyes that glown in the dark that are used to hunting their food in the night.



Terjemah


Sitap orang tahu mengenai harimau khusunya kebuasan mereka dalam instink berburu dan kemampuan untuk bertahan dan juga kepunahan mereka. Habitat harimau ada di Asia, Siberia dan India. Dan habitat harimau tersebut di setiap tempat menurun setiap tahunnya, seperti yang kami temukan di India dimana terdapat kurang dari 3500 hamiau liar di seluruh dunia yang mana 1411-nya berada di India habitatnya terus menurun sampai 50% di 30 tahun terakhir. Secara global haimau menempati kurang dari 7% landscape sejarah geograpik mereka.

Harimau adalah salah satu yang terbesar diantara 37 spesies kucing di dunia hari ini. Harimau memiliki gigi-gigi yang sangat tajam dan cakar yang sangat kuat untuk menangkap makanannya seperti kijang, zebra, bahkan kerbau dan hewan-hewan yang lainnya. Meskipiun harimau menempati peringkat tertinggi di rantai makanan mereka tetapi mereka juga memiliki predator selain manusia. Predator harimau adalah singa. Singa tidak memakan harimau tetapi merka hanya membunuh mereka untuk mengurangi persaingan dalam mencari makanan. Harimau memiliki mulut yang besar dan juga gusi yang besar. Harimau memilki mata kuning yang tajam yang bersinar di kegelapan yang digunakannya untuk berburu pada malam hari.

Jumat, 18 Januari 2013

Pembuatan Roket Mikro


Sejarah Roket
Roket pertama dibuat di Cina pada abad ke-13. Semenjak awal, roket digunakan sebagai senjata perang untuk membawa bahan-bahan peledak dan diarahkan ke arah musuh. Memasuki tahun 1806, roket sudah digunakan oleh armada perang Napoleon tetapi hasilnya belum akurat untuk menembak sasaran. Baru pada awal abad ke-20 muncul dua orang ilmuwan yang bermimpi menggunakan roket untuk ke ruang angkasa, yaitu Konstantin Tsiolkovsky dari Rusia dan Robert Goddard dari Amerika Serikat. Berakhirnya Perang Dunia II dan dimulainya era perang dingin antara Amerika Serikat dan sekutunya dengan Uni Sovyet dan sekutunya pengembangan roket mengalami perkembangan yang sangat pesat untuk memperlihatkan kekuatan masing-masing.
Tahapan-tahapan perkembangan roket:
  1. Tahapan Awal
  2. Tahapan Perang Dunia II
  3. Tahapan Perang Dingin sampai sekarang

Tahapan Awal
Pada tahun 1926, Robert Goddard seorang insinyur dari Amerika Serikat meluncurkan roket pertama di Auburn Massachusetts. Roket ini menggunakan minyak dan oksigen dan bisa meluncur sampai ketinggian 12 meter. Ini adalah awal permulaan adanya roket. Selanjutnya Goddard merancang roket yang lebih besar dan lebih cepat, hingga bisa terbang sampai ketinggian 2 km.
Tahap Perang Dunia II
Jerman di bawah kepemimpinan Adolf Hitler menghabiskan dana yang sangat besar untuk pengembangan roket. Tahun 1942 jerman meluncurkan roket A-4 yang mencapai ketinggian 95 kilo meter di Peenemunde Laut Baltik. Roket tersebut menjadi roket pertama buatan manusia yang meninggalkan atmosfer bumi dan dikenal sebagai Vergeltungswaffe (V-2), senjata pembalas dendam. Wernher von Braun menjadi ketua tim pengembangan roket Jerman yang merancang misil. Selama Perang Dunia II, sebanyak 1403 buah roket V-2 ditembakkan ke kota London yang banyak menimbulkan banyak korban dan kerusakan infrastruktur.
Roket Titan II melancarkan kapal angkasa AS dari 1960-an sehingga 1980-an

Tahapan Perang Dingin sampai Sekarang
Amerika Serikat dan Uni Soviet mengembangkan roket untuk peluru kendali pada tahun 1950. roket itu dapat terbang diangkasa sampai ketinggian 100 km roket harus memiliki kecepatan minimal 400 km/jam untuk menghindari gravitasi bumi. Dengan menggunakan roket A-1 kosmonot pertama Rusia Yuri Gagarin menjadi orang pertama di dunia yang pergi keluar angkasa pada tahun 1961, sedangkan Amerika Serikat dengan roket Sarturnus V yang membawa pesawat Apollo yang diawaki Neil Amstrong dan Edwin Aldrin pada tahun 1969 membuat sejarah dengan menjadi manusia pertama yang menginjakan kakinya di bulan. Saat ini angkasa luar menjadi bisnis yang sangat menjanjikan dengan nilai transaksi yang sangat besar, sehingga roketpun disewakan oleh beberapa pemasok untuk meluncurkan satelit komersial ke dalam orbit. Pemasok utama adalah NASA dan European Space Agency (ESA).
Manusia pertama ke ruang angkasa Yuri Gagarin dari Rusia

Gambar : Roket Saturnus V membawa pesawat ruang angkasa Apollo 11,
yang mencatat sejarah besar dengan awaknya yang bernama Neil Amstrong
menginjakkan pertama kali di bulan

Manusia pertama ke bulan Neil Amstrong paling kiri
bersama Michael Collins di tengah dan Edwin Aldrin di kanan

Gambar: Roket Apollo 15 yang sedang diluncurkan menuju ruang angkasa


Cara Kerja Roket
Pada awal perkembangan roket, roket digerakan dari hasil pembakaran bahan bakar minyak gas dan oksigen cair, untuk menghasilkan gas panas yang meledak ke bawah dan mendorong roket ke atas. Untuk roket V-2 yang dikembangkan Hitler, menggunakan turbin uap untuk memompa alkohol dan oksigen cair ke dalam ruang bakar yang menghasilkan ledakan beruntun yang mendorong roket ke atas. Prinsip kerja roket merupakan penerapan dari Hukum Newton III tentang gerak, dimana energi panas diubah menjadi energi gerak.
Prinsip kerja dari roket berbahan bakar cair dan padat sama, di mana hasil pembakaran menghasilkan gaya dorong ke atas. Kelebihan dari roket berbahan bakar padat mampu menyimpan bahan bakar dengan dengan jumlah besar untuk ruang penyimpanan yang sama, karena telah dipadatkan, sedangkan bahan bakar cair tidak bisa dimampatkan.
Roket dengan bahan bakar cair

Roket pembawa pesawat ulang alik Atlantis


Manfaat Roket
Biaya yang dikeluarkan untuk pengembangan roket sangat besar, tentunya manfaat dari roket harus lebih besar dari biaya pembuatannya. Beberapa manfaat dari pembuatan roket :
  • Riset ruang angkasa
  • Membawa satelit ke orbit
  • Membawa pesawat ulang alik
  • Persenjataan militer untuk mempertahankan diri ataupun menyerang musuh (missile atau peluru kendali)

Gambar: Awal perkembangan roket menuju ruang angkasa (roket explorer)

Gambar Roket untuk membawa pesawat ulang alik ke ruang angkasa

Gambar:  Roket untuk menghancurkan musuh atau yang dikenal dengan nama peluru kendali

Gambar : Roket untuk persenjataan militer yang diletakkan di bawah sayap
dan badan pesawat tempur (rudal udara ke udara dan udara ke darat)

                

                Sementara cara pembuatan Roket mikro



Sementara jika kita mau buat roket mikro bahan yang sangat di perlukan adalah Black powder(Black powder (BP) merupakan bahan peledak yang biasa digunakan sebagai bahan bakar roket kecil, bom, petasan dan mesiu senjata api. Daya ledak black powder berbeda-beda tergantung cara pembuatannya dan karena kita bermaksud membuat bahan bakar roket, maka yang kita buat kali ini cuma yang “berdaya ledak” rendah. BP yang akan kita buat kali ini cukup aman dan saya yakin tidak akan terjadi kecelakaan asalkan Anda tidak teledor)
Bahan yang diperlukan:

·         Kalium nitrat/Potasium nitrat (KNO3)
·         Belerang/sulfur (S8)
·         Arang kayu
·         Bubuk gips/batu tahu (CaSO4)
·         Kaleng kemasan Supradyn atau CDR
·         Pelat aluminium atau lembaran plastik tebal yang agak kaku
·         Lem Alteco110
·         Air
·         Kertas hvs dan tisu
Alat yang diperlukan:
·         Mortar 15 cm, kalau tidak ada pakai lumpang dan alu biasa saja
·         Neraca Ohaus atau neraca tiga lengan
·         Paku dan Palu
·         Obeng
·         Spatula logam atau sendok kecil
·         Mangkuk 
·         Gunting atau cutter
·         Semangat dan kerja keras
Yang tidak diperlukan:
·         Sendal jepit tetangga sebelah
·         Sarung nenek
Di mana bisa memperolehnya?
KNO3 dapat Anda beli di toko supplier bahan kimia dan alat-alat lab, toko pupuk (dijual sebagai pupuk grand K warna putih, kata teman saya itu pupuk udang [kalau salah saya nggak tanggung]), atau di laboratorium sekolah. Belerang bisa diperoleh di toko bahan kimia, pasar tradisional, dan apotek besar, sedangkan arang (yang biasa digunakan untuk membakar ikan atau barbekiu) bisa diperoleh di pasar tradisional atau supermarket. Arang yang baik adalah arang yang telah gosong sempurna, tidak ada sisa-sisa kayu yang belum terbakar, jadi jika Anda ingin membuat arang sendiri (untuk menghemat mungkin) perhatikan betul-betul pembuatannya. Gips dapat diperoleh di toko bahan kimia, apotek besar dan di toko seni. Kaleng Supradyn kalau tidak ada ya beli dulu di toko, supermarket atau apotek dan habiskan isinya bersama teman atau keluarga. Jadi kalau-kalau terjadi kecelakaan setidaknya Anda sudah minum Supradyn.
          Neraca: gunakan neraca Ohaus atau neraca tiga lengan, jika tak ada gunakan saja timbangan kue (yang skala terkecilnya 10 gram). Jika masih tak ada juga pinjamlah punya tetangga. Perkiraan harga: saya membeli KNO3 teknis di toko bahan kimia dengan harga Rp 60.000,00 per kg, belerang di pasar tradisional Rp 20.000,00 seperempat kilogramnya, dan arang Rp 20.000,00 sekantong besar di warung sembako.

Cara membuat BP:
1.    Ambil beberapa bongkah arang dan bungkus dengan beberapa lapis kertas hvs, pukul-pukul dengan palu sampai menjadi butiran kecil dan buang kotoran-kotorannya (sisa-sisa kayu) jika ada.
2.    Timbang 15 gram butiran arang tadi dan masukkan ke mortar. Timbang 10 gram belerang dan masukkan juga ke dalam mortar, haluskan sampai benar-benar halus (kalau bisa seukuran debu). Jangan terburu-buru, karena hasilnya akan jelek.
3.    Timbang 75 gram KNO3 dan masukkan lagi ke campuran tadi, gerus lagi sampai benar-benar halus dan tercampur. Saat KNO3 sudah ditambahkan, jauhkan campuran dari api!
4.    Jemur campuran sebentar. Jika sudah, simpan dalam botol kering.
Cara membuat badan roket:
1.    Lubangi dasar kaleng Supradyn tepat di tengah dengan paku dan palu, lalu perbesar dengan obeng hingga menjadi lingkaran berdiameter kira-kira 5 – 6 mm.
2.    Masukkan paku atau semacamnya yang telah dilumuri minyak goreng ke dalam lubang di kaleng dari luar kaleng, lalu letakkan kaleng di atas meja datar. Usahakan paku berdiri tegak (tidak miring).
3.    Masukkan adonan gips yang agak encer yang terbuat dari serbuk gips dan air yang telah diaduk rata ke dalam kaleng hingga kira-kira setebal 1 cm, lakukan dengan rapi.
4.    Jemur kaleng sekitar 20 menit sampai gips cukup kering, cabut paku dengan segala cara yang Anda punya, hati-hati jangan sampai gipsnya retak. Jemur lagi kalengnya sekitar 10 menit. 
5.    Setelah gips benar-benar kering, perbaiki bentuk lubangnya dengan obeng.
6.    Buat fin roket dengan memotong pelat aluminium atau lembaran plastik tebal hingga berbentuk trapesium seperti pada gambar sebanyak tiga atau empat buah. Ukuran dapat disesuaikan dengan selera tetanggamu.
7.    Tempel fin pada kaleng dengan bantuan lem Alteco110 seperti pada gambar, pasang dengan kuat dan rapi. Sisakan kira-kira 1 cm di bawah dasar roket. Pasang yang rapi, jangan asal-asalan.
Cara membuat sumbu:
1.    Ambil sedikit BP dan taburkan memanjang pada kertas tisu yang telah dipotong berukuran 4 x 20 cm. Gulung sedikit lebih kecil dari lubang pada kaleng dan beri sedikit lem cair agar tisu melekat dan tekuk kedua ujungnya agar black powder tidak kabur keluar. 
2.    Jemur hingga 100% kering.  
Cara merakit roket:
1.    Ambil badan roket dan masukkan sumbu pada lubang hingga naik sekitar 1 cm di atas gips.
2.    Usahakan sumbu yang masuk dalam kaleng tegak, dan masukkan black powder sedikit demi sedikit dan padatkan dengan pangkal obeng (atau apa saja terserah).
3.    Saat sudah pada batas (perhitungkan tutup kaleng), tutup kaleng. Sebelumnya beri lem Alteco 110 pada bagian tutup yang masuk dalam kaleng.
4.    Setelah tertutup rapat, beri lagi lem pada pinggiran tutup kaleng, biarkan sampai benar-benar kering.
Bagaimana cara meluncurkan roketnya?
1.    Carilah lapangan yang agak luas dan sepi.
2.    Amankan lokasi.
3.    Silakan bawa video recorder kalau mau.
4.    Carilah batu yang permukaannya datar dan letakkan di lapangan, usahakan permukaan batu tidak miring.
5.    Letakkan roket di atas batu dan bakar sumbunya.
6.    Tunggu di situ sepuluh menit (just kidding ;)
7.    Mundur segera sekitar 10 meter, makin jauh makin baik, terlalu jauh nggak kelihatan.
8.    Roket meluncur deh. Antisipasi jatuhnya roket, jangan sampai ada oknum yang terluka.
Penting!
·         Terkadang sumbu terlihat padam di pertengahan jika pembuatan sumbu kurang baik, pastikan sumbu benar-benar padam (tunggu dua-tiga menitan) sebelum mendekati roket. Jika sumbu benar-benar padam, buat sumbu baru dan ulangi merakit roket.
·         Jika ingin roket terbang lebih stabil, buatlah moncong (nose) yang aerodinamis, misalnya dari shuttle cock dan tempelkan dengan kuat pada tutup kaleng.
·         Saat membuat roket, saya sambil meminum susu kedelai dan hasilnya sukses. Silakan minum susu kedelai juga agar hasilnya sukses.

Kamis, 06 Desember 2012

Rabu, 01 Agustus 2012

"Terdapat beberapa kekeliruan antara Masjidil Aqsa dan The Dome of The Rock. Apabila disebut tentang Masjidil Aqsa di dalam media lokal maupun internasional, foto The Dome of The Rock-lah yang ditampilkan. Alasannya adalah untuk mengalihkan masyarakat umum yang merupakan siasat Israel. Tinjauan ini diperoleh saat saya tinggal di USA, dimana saya telah mengetahui bahwa Zionis di Amerika telah mencetak dan mengedarkan foto tersebut dan menjualnya kepada orang arab dan Muslim. Kadangkala dijual dengan harga yang murah bahkan kadang diberikan secara gratis agar Muslim dapat mengedarkannya dimana saja. Baik dirumah maupun kantor.
Hal ini meyakinkan saya bahwa Israel ingin menghapuskan gambaran Masjid Al-Aqsa dari ingatan umat Islam supaya mereka dapat memusnahkannya dan membangun kuil mereka tanpa ada publikasi. Bila ada yang membangkang atau memprotes, maka Israel akan menunjukkan foto The Dome of The Rock yang masih utuh berdiri, dan menyatakan bahwa mereka tidak berbuat apa-apa (terhadap Al-Aqsa). Siasat yang sungguh pintar! Saya juga merasa amat terperanjat ketika bertanya kepada beberapa rakyat arab, Muslim, bahkan rakyat Palestina karena mendapati mereka sendiri tidak dapat membedakan antara kedua bangunan tersebut. Ini benar-benar membuatkan saya merasa kesal dan sedih karena hingga kini Israel telah berhasil dalam siasat mereka".
Dr. Marwan Saeed Saleh Abu Al-Rub Associate Professor, Mathematics Zayed University Dubai.

Rabu, 25 Juli 2012

Seputar Indonesia

Republic of Indonesia
Republik Indonesia
Flag National Emblem
Motto: Bhinneka Tunggal Ika  (Old Javanese)
Unity in Diversity

National ideology: Pancasila[1][2]
Anthem: Indonesia Raya ("Great Indonesia")
Capital
(and largest city)
Jakarta
6°10.5′S 106°49.7′E / 6.175°S 106.8283°E / -6.175; 106.8283
Official language(s) Indonesian
Ethnic groups (2000) Javanese 40.6%
Sundanese 15%
Madurese 3.3%
Minangkabau 2.7%
Betawi 2.4%
Bugis 2.4%
Banten 2%
Banjar 1.7%
other
or unspecified 29.9%
Demonym Indonesian
Government Unitary presidential constitutional republic
 -  President Susilo Bambang Yudhoyono
 -  Vice President Boediono
Legislature People's Consultative Assembly
 -  Upper house Regional Representative Council
 -  Lower house People's Representative Council
Independence from the Netherlands 
 -  Declared 17 August 1945 
 -  Acknowledged 27 December 1949 
Area
 -  Land 1,904,569 km2 (15th)
735,358 sq mi 
 -  Water (%) 4.85
Population
 -  2011 census 237,424,363[3] (4th)
 -  Density 123.76/km2 (84th)
323.05/sq mi
GDP (PPP) 2011 estimate
 -  Total $1.124 trillion[3] (15th)
 -  Per capita $4,666[3] (122nd)
GDP (nominal) 2011 estimate
 -  Total $845.680 billion[3] (17th)
 -  Per capita $3,508[3] (107th)
Gini (2011 {) 36.8 (medium) 
HDI (2011) increase 0.617[4] (medium) (124th)
Currency Rupiah (IDR)
Time zone various (UTC+7 to +9)
Drives on the Left
ISO 3166 code ID
Internet TLD .id
Calling code +62
Indonesia (Listeni/ˌɪndəˈnʒə/ IN-də-NEE-zhə or /ˌɪndˈnziə/ IN-doh-NEE-zee-ə), officially the Republic of Indonesia (Indonesian: Republik Indonesia Indonesian pronunciation: [rɛpʊblɪk ɪndɔnɛsɪa]), is a country in Southeast Asia and Oceania. Indonesia is an archipelago comprising approximately 17,508 islands.[5] It has 33 provinces with over 238 million people, and is the world's fourth most populous country. Indonesia is a republic, with an elected legislature and president. The nation's capital city is Jakarta. The country shares land borders with Papua New Guinea, East Timor, and Malaysia. Other neighboring countries include Singapore, Philippines, Australia, and the Indian territory of the Andaman and Nicobar Islands. Indonesia is a founding member of ASEAN and a member of the G-20 major economies. The Indonesian economy is the world's sixteenth largest by nominal GDP and fifteenth largest by purchasing power parity.
The Indonesian archipelago has been an important trade region since at least the 7th century, when Srivijaya and then later Majapahit traded with China and India. Local rulers gradually absorbed foreign cultural, religious and political models from the early centuries CE, and Hindu and Buddhist kingdoms flourished. Indonesian history has been influenced by foreign powers drawn to its natural resources. Muslim traders brought Islam, and European powers brought Christianity and fought one another to monopolize trade in the Spice Islands of Maluku during the Age of Discovery. Following three and a half centuries of Dutch colonialism, Indonesia secured its independence after World War II. Indonesia's history has since been turbulent, with challenges posed by natural disasters, corruption, separatism, a democratization process, and periods of rapid economic change.
Across its many islands, Indonesia consists of hundreds of distinct native ethnic and linguistic groups. The largest—and politically dominant—ethnic group are the Javanese. A shared identity has developed, defined by a national language, ethnic diversity, religious pluralism within a majority Muslim population, and a history of colonialism and rebellion against it. Indonesia's national motto, "Bhinneka Tunggal Ika" ("Unity in Diversity" literally, "many, yet one"), articulates the diversity that shapes the country. Despite its large population and densely populated regions, Indonesia has vast areas of wilderness that support the world's second highest level of biodiversity. The country has abundant natural resources, yet poverty remains widespread.[6][7]

Contents

 [hide

Etymology

The name Indonesia derives from the Latin and Greek Indus, and the Greek nèsos, meaning "island".[8] The name dates to the 18th century, far predating the formation of independent Indonesia.[9] In 1850, George Windsor Earl, an English ethnologist, proposed the terms Indunesians — and, his preference, Malayunesians — for the inhabitants of the "Indian Archipelago or Malayan Archipelago".[10] In the same publication, a student of Earl's, James Richardson Logan, used Indonesia as a synonym for Indian Archipelago.[11][12] However, Dutch academics writing in East Indies publications were reluctant to use Indonesia. Instead, they used the terms Malay Archipelago (Maleische Archipel); the Netherlands East Indies (Nederlandsch Oost Indië), popularly Indië; the East (de Oost); and Insulinde.[13]
After 1900, the name Indonesia became more common in academic circles outside the Netherlands, and Indonesian nationalist groups adopted it for political expression.[13] Adolf Bastian, of the University of Berlin, popularized the name through his book Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipels, 1884–1894. The first Indonesian scholar to use the name was Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara), when he established a press bureau in the Netherlands with the name Indonesisch Pers-bureau in 1913.[9]

History

A Borobudur ship carved on Borobudur, c. 800 CE. Indonesian outrigger boats may have made trade voyages to the east coast of Africa as early as the 1st century CE.[14]
Fossils and the remains of tools show that the Indonesian archipelago was inhabited by Homo erectus, popularly known as the "Java Man", between 1.5 million years ago and as recently as 35,000 years ago.[15][16][17] Homo sapiens reached the region by around 45,000 years ago.[18] In 2011 evidence was uncovered in neighbouring East Timor, showing that 42,000 years ago these early settlers had high-level maritime skills, and by implication the technology needed to make ocean crossings to reach Australia and other islands, as they were catching and consuming large numbers of big deep sea fish such as tuna.[19]
Austronesian peoples, who form the majority of the modern population, migrated to South East Asia from Taiwan. They arrived in Indonesia around 2000 BCE, and as they spread through the archipelago, confined the native Melanesian peoples to the far eastern regions.[20] Ideal agricultural conditions, and the mastering of wet-field rice cultivation as early as the 8th century BCE,[21] allowed villages, towns, and small kingdoms to flourish by the 1st century CE. Indonesia’s strategic sea-lane position fostered inter-island and international trade, including links with Indian kingdoms and China, which were established several centuries BCE.[22] Trade has since fundamentally shaped Indonesian history.[23][24]
The nutmeg plant is native to Indonesia's Banda Islands. Once one of the world's most valuable commodities, it drew the first European colonial powers to Indonesia.
From the 7th century, the powerful Srivijaya naval kingdom flourished as a result of trade and the influences of Hinduism and Buddhism that were imported with it.[25][26] Between the 8th and 10th centuries, the agricultural Buddhist Sailendra and Hindu Mataram dynasties thrived and declined in inland Java, leaving grand religious monuments such as Sailendra's Borobudur and Mataram's Prambanan. The Hindu Majapahit kingdom was founded in eastern Java in the late 13th century, and under Gajah Mada, its influence stretched over much of Indonesia.[27]
Although Muslim traders first traveled through South East Asia early in the Islamic era, the earliest evidence of Islamized populations in Indonesia dates to the 13th century in northern Sumatra.[28] Other Indonesian areas gradually adopted Islam, and it was the dominant religion in Java and Sumatra by the end of the 16th century. For the most part, Islam overlaid and mixed with existing cultural and religious influences, which shaped the predominant form of Islam in Indonesia, particularly in Java.[29] The first regular contact between Europeans and the peoples of Indonesia began in 1512, when Portuguese traders, led by Francisco Serrão, sought to monopolize the sources of nutmeg, cloves, and cubeb pepper in Maluku.[30] Dutch and British traders followed. In 1602 the Dutch established the Dutch East India Company (VOC) and became the dominant European power. Following bankruptcy, the VOC was formally dissolved in 1800, and the government of the Netherlands established the Dutch East Indies as a nationalized colony.[31]
For most of the colonial period, Dutch control over the archipelago was tenuous outside of coastal strongholds; only in the early 20th century did Dutch dominance extend to what was to become Indonesia's current boundaries.[32] Despite major internal political, social and sectarian divisions during the Indonesian National Revolution, Indonesians, on the whole, found unity in their fight for independence. Japanese occupation during World War II ended Dutch rule,[33][34] and encouraged the previously suppressed Indonesian independence movement.[35] A later UN report stated that four million people died in Indonesia as a result of famine and forced labor during the Japanese occupation.[36] Two days after the surrender of Japan in August 1945, Sukarno, an influential nationalist leader, declared independence and was appointed president.[37][38][39][40] The Netherlands tried to reestablish their rule, and the resulting conflict ended in December 1949, when in the face of international pressure, the Dutch formally recognized Indonesian independence[38][41] (with the exception of the Dutch territory of West New Guinea, which was incorporated into Indonesia following the 1962 New York Agreement, and the UN-mandated Act of Free Choice of 1969).[42]
Sukarno, Indonesia's founding president
Sukarno moved Indonesia from democracy towards authoritarianism, and maintained his power base by balancing the opposing forces of the military and the Communist Party of Indonesia (PKI).[43] An attempted coup on 30 September 1965 was countered by the army, who led a violent anti-communist purge, during which the PKI was blamed for the coup and effectively destroyed.[44][45][46] Around 500,000 people are estimated to have been killed.[47][48] The head of the military, General Suharto, outmaneuvered the politically weakened Sukarno, and was formally appointed president in March 1968. His New Order administration[49] was supported by the US government,[50][51][52] and encouraged foreign direct investment in Indonesia, which was a major factor in the subsequent three decades of substantial economic growth. However, the authoritarian "New Order" was widely accused of corruption and suppression of political opposition.[33][53][54]
Indonesia was the country hardest hit by the late 1990s Asian financial crisis.[55] This led to popular protest against the New Order which led to Suharto's resignation in May 1998.[56] In 1999, East Timor voted to secede from Indonesia, after a twenty-five-year military occupation that was marked by international condemnation of repression of the East Timorese.[57] Since Suharto's resignation, a strengthening of democratic processes has included a regional autonomy program, and the first direct presidential election in 2004. Political and economic instability, social unrest, corruption, and terrorism slowed progress, however, in the last five years the economy has performed strongly. Although relations among different religious and ethnic groups are largely harmonious, sectarian discontent and violence has occurred.[58] A political settlement to an armed separatist conflict in Aceh was achieved in 2005.[59]

Government and politics